Sabtu, 11 Juni 2011

Artikel Sound Level Meter

Artikel Sound Level Meter

Download artikel ini : Klik Disini

Sound Level Meter adalah suatu alat yang digunakan untuk pengukuran suatu intensitas suara. Dalam menggunakan alat Sound Level Meter ini untuk pengukuran taraf intensitas bunyi dapat menggunakan sumber suara dari sirine secara. Membunyikan sirine ini dapat dengan cara memberikan variasi tegangan yang diberikan untuk sirine tersebut, sehingga berdengung keras atau kecilnya suara yang dihasilkan oleh sirine bergantung pada tegangan yang diberikan untuk sirine tersebut. Untuk menggunakannya, sirine diletakkan pada suatu titik, dan Sound Level Meter diletakkan pada jarak yang ditentukan yaitu sekitar 5cm (bisa kurang ataupun lebih) dari arah yang berhadapan dengan Sound Level Meter tersebut. Pada saat sirine dibunyikan, Sound Level Meter akan mencatat Intensitas bunyi dari sirine tersebut.
Sound Level Meter ini digunakan untuk mengukur tingkat suara dalam desibel (dB). Sound Level Meter memiliki sebuah panel LCD, yang merupakan perangkat yang berdiri sendiri dan digunakan untuk pembacaan pada alat ini. Pengukuran dengan menggunakan sound level meter ini biasanya digunakan dalam studi polusi suara untuk kuantifikasi kebisingan, tapi terutama untuk industri, lingkungan dan kebisingan pesawat. Namun, pembacaan yang diberikan oleh sound level meter tidak berkorelasi dengan baik untuk kenyaringan suara manusia, karena ini meter kenyaringan diperlukan.
Sound Level Meter ini terdiri atas mikropon dan sebuah sirkuit elektronik termasuk attenuator, 3 jaringan perespon frekuensi, skala indikator dan amplifier. Tiga jaringan tersebut distandarisasi sesuai standar Sound Level Meter. Tujuannya adalah untuk memberikan pendekatan yang terbaik dalam pengukuran tingkat kebisingan total. Respon manusia terhadap suara bermacam-macam sesuai dengan frekuensi dan intensitasnya. Telinga kurang sensitif terhadap frekuensi lemah maupun tinggi pada intensitas yang rendah. Pada tingkat kebisingan yang tinggi, ada perbedaan respon manusia terhadap berbagai frekuensi. Tiga pembobotan tersebut berfungsi untuk mengkompensasi perbedaan respon manusia.
Dalam melakukan pengukuran menggunakan Sound Level Meter, gelombang bunyi yang terukur bisa jadi tidak sama dengan nilai Intensitas gelombang bunyi yang sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:

  1. Adanya angin yang berhembus dari berbagai arah yang menyebabkan tidak akuratnya nilai yang terukur oleh Sound Level Meter.
  2. Apabila melakukan pengukuran di tempat yang banyak tumbuhan, suara yang dikeluarkan sirine terserap oleh tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitarnya. Sehingga pengukuran tidak maksimal.
  3. Adanya pengaruh kecepatan angin, yang menyebabkan nilai Intensitas gelombang bunyi yang terukur lebih kecil dari hasil yang sebenarnya.
Karena hal-hal yang berpengaruh pada penjalaran gelombang bunyi yaitu kecepatan angin dan benda-benda di sekitar sirine yang dapat menyerap gelombang bunyi.
Artikel Terkait Lainnya :


0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites